Salam Pro Petani

Selamat datang di blog "ekonomika-pertanian". Sebuah blog yang mencoba berbagi dan mempelajari dinamika ekonomika pertanian, kemudian berupaya berpikir dan bertindak dalam kerangka kepedulian yang intens pada petani. Selamat membaca dan salam pro-petani.

Kebijakan Gula yang Tak Lagi Manis [PANDE RADJA SILALAHI]

Suara Merdeka | Selasa, 25 Januari 2011
Kebijakan Gula yang Tak Lagi Manis 
Oleh Pande Radja Silalahi

AWAL tahun ini, media massa memberitakan bahwa para importir gula kristal belum merealisasikan impornya sesuai dengan waktu yang diharapkan. Pemberitaan ini sangat menarik perhatian, terutama karena pada pengujung tahun lalu, yang  banyak diberitakan justru munculnya kekhawatiran merosotnya harga gula nasional sebagai akibat peredaran gula impor dan gula rafinasi yang tidak terkendali, dan di sisi lainnya rencana swasembada gula yang dicanangkan tahun 2014 tidak dapat tercapai.

Indonesia Krisis Pangan? [SISWONO YUDO HUSODO]

Kompas | Sabtu, 22 Januari 2011 | 04:44 WIB 
Indonesia Krisis Pangan?
Oleh Siswono Yudo Husodo 

Kekhawatiran akan dampak buruk perubahan iklim pada ketersediaan pangan mulai merebak di dunia.

Hal itu terutama sejak mantan Wakil Presiden AS Al Gore meluncurkan buku An Inconvenient Truth yang sangat impresif dan menyadarkan para pemimpin dunia mengenai bahaya perubahan iklim.

Logika Impor Beras [TOTO SUBANDRIYO]

Suara Merdeka | Rabu, 19 Januari 2011
Logika Impor Beras
Oleh Toto Subandriyo

PANTAS saja kalau kalangan eksekutif, legislatif, dan organisasi petani seperti HKTI di Provinsi Jawa Tengah terperangah saat mendengar kabar bahwa beras impor dari Vietnam mulai memasuki provinsi penyumbang beras terbesar ketiga nasional ini (SM, 13/01/11).  Pasalnya, di bawah kepemimpinan Gubernur Bibit Waluyo, dan dukungan musim hujan yang berlangsung hampir sepanjang tahun 2010, telah membawa berkah peningkatan produksi beras di provinsi ini sehingga hitung-hitungannya surplus sekitar 2,9 juta ton.

Mewaspadai Krisis Pangan [TOTO SUBANDRIYO]

Kompas | Senin, 17 Januari 2011 | 04:24 WIB
Mewaspadai Krisis Pangan
Oleh Toto Subandriyo

Beberapa waktu terakhir masyarakat menghadapi kenyataan sulitnya mengais sepiring nasi. Masyarakat terimpit beban hidup yang sangat berat karena daya beli mereka tertekan pada titik terendah.

Hampir sepanjang tahun 2010, harga berbagai kebutuhan pokok masyarakat meroket tajam. Angka inflasi tahunan melejit dari target pemerintah sebesar 5,3 persen menjadi 6,96 persen.

Mencari Solusi Kenaikan Harga Beras [HERMAS E PRABOWO]

Kompas | Rabu, 1 September 2010 | 03:32 WIB
Mencari Solusi Kenaikan Harga Beras
Oleh Hermas E Prabowo

Kebijakan pemerintah yang ”gemar” menaikkan harga beras melalui harga pembelian pemerintah kini menjadi bumerang. Apalagi, bila kebijakan tersebut belum mampu mentransmisikan kesejahteraan kepada petani dan sebaliknya melampaui ”daya tahan” masyarakat. 

Masalah naiknya harga beras saat ini tidak bisa dilepaskan dari kebijakan harga pembelian pemerintah (HPP) serta strategi kebijakan pembangunan pertanian dan ekonomi nasional.

Tindakan Preventif Impor Beras [PANDE RADJA SILALAHI]

Suara Merdeka | 22 Nopember 2010 
Tindakan Preventif Impor Beras 
Oleh Pande Radja Silalahi
 
BEBERAPA hari belakangan ini, rencana impor beras yang dilakukan oleh otoritas terkait menimbulkan polemik di masyarakat. Bila silang pendapat tersebut dibiarkan berkembang sangat besar kemungkinan muncul ketidakpastian dan mungkin keributan sosial yang justru mengganggu berputarnya roda perekonomian. Untuk itu, kendali perlu diciptakan melalui pengkajian yang lebih rinci mengenai perberasan di Indonesia.

Disasosiasi Produksi, Stok, dan Harga [BUSTANUL ARIFIN]

Kompas | Senin, 29 November 2010 | 02:31 WIB
Analisis Ekonomi
Disasosiasi Produksi, Stok, dan Harga
Oleh BUSTANUL ARIFIN

Siklus rutin melonjaknya harga beras pada akhir dan awal tahun telah lama diketahui para perumus kebijakan dan masyarakat awam. Puncak kenaikan harga beras itu umumnya terjadi Desember-Januari, sebagai konsekuensi logis dari volume pasokan (suplai) yang berkurang.

Tidak jarang pada masa tanam seperti saat ini, petani mengalami paceklik dan masyarakat perkotaan menanggung kenaikan harga kebutuhan pokok. Siklus rutin ini seharusnya tidak boleh menimbulkan dampak ikutan yang lebih buruk. Logika awam, pemerintah telah memiliki sekian macam peredam fluktuasi harga dan kebijakan yang memadai.

Land Reform di Hari Tani [JUNAEDI]

Surya | Kamis, 23 September 2010 | 07:58 WIB
Land Reform di Hari Tani
Oleh Junaedi

PADA 24 September 2010 ini, diperingati 50 tahun Hari Tani. Sangat tepat bila peringatan Hari Tani ini dijadikan momentum untuk memperjuangkan hak-hak petani yang selama ini terpinggirkan, terutama yang terkait dengan akses tanah.
Momentum Hari Tani memang lahir sejak adanya Undang-undang Pembaruan Agraria (UUPA) No 5 Tahun 1960 pada masa pemerintahan Soekarno. Produk kebijakan ini secara umum bertujuan untuk merombak struktur penguasaan dan penggunaan tanah yang tidak adil melalui program land reform. 

Ironi Harga Beras [MASUN]

Kompas | Kamis, 30 Desember 2010 | 08:08 WIB                             
Download PDF klik disini
Ironi Harga Beras
Oleh MASUN

Pada pengujung akhir 2010 dan mengawali 2011, harga beras di pasar merambat naik. Harga tinggi diperkirakan akan tetap bertahan hingga memasuki musim panen raya padi pada Februari 2011. Kenaikan harga beras menyumbang andil terbesar dalam inflasi bulanan di pengujung akhir 2010. Sekadar contoh, sepanjang November 2010 angka inflasi adalah 0,60 persen dan andil kenaikan harga beras adalah 0,12 persen atau setara 20 persen dari total inflasi (BPS, 2010).

Selilit Pengentasan Kemiskinan di Jatim [MASUN]

Kompas | Rabu, 29 Desember 2010 | 10:07 WIB
Download PDF klik disini
Selilit Pengentasan Kemiskinan di Jatim 
Oleh MASUN

Prestasi Jawa Timur dalam pengentasan warga miskin diapresiasi oleh pemerintah pusat. Bahkan, Menko Kesra Agung Laksono mengakui kinerja untuk mengentaskan warga dari kemiskinan di Jatim adalah yang terbaik saat ini (Kompas, 1/12/2010). Jatim menyumbangkan 32 persen penurunan angka kemiskinan selama periode 2009-2010.

Pada periode ini penurunan angka kemiskinan di Indonesia mencapai lebih dari 1,5 juta jiwa dan penurunan di Jatim hampir 500.000 jiwa. Meskipun demikian, angka kemiskinan di Jatim masih relatif tinggi hingga 15,26 persen dari total penduduk (BPS, 2010).

Dimensi Nonharga pada Kebijakan Pangan [BUSTANUL ARIFIN]

Kompas | 6 September 2010 | 02.42 WIB 
Dimensi Nonharga pada Kebijakan Pangan 
Oleh BUSTANUL ARIFIN
Kenaikan harga pangan, terutama yang bersifat pokok, pada dua bulan terakhir tampak ditanggapi sangat serius oleh masyarakat. Betapa tidak, rata-rata harga beras premium per Agustus 2010 di atas Rp 6.600 per kilogram dan harga beras medium (IR64 kelas 3) awal September 2010 Rp 5.500 per kilogram (Bappebti-Kementerian Perdagangan, 5/9). Harga itu tentu sangat jauh di atas harga pembelian pemerintah saat ini Rp 5.060 per kilogram di Gudang Bulog, seperti ditetapkan Instruksi Presiden Nomor 7 Tahun 2009 tentang Kebijakan Perberasan.

Sindrom HPP [ENTANG SASTRAATMADJA]

Kompas | Selasa, 28 Desember 2010 | 08:20 WIB
Sindrom HPP
Oleh Entang Sastraatmadja

Istilah harga pembelian pemerintah (HPP) memang tidak terlalu dikenal dalam ilmu ekonomi. Istilah ini lahir atas ”tekanan” Dana Moneter Internasional (IMF) agar Bulog berganti warna. Bulog sebagai alat negara (lembaga pemerintah nondepartemen) dianggap sarat dengan korupsi, kolusi, dan nepotisme. Bulog pun berubah status menjadi perusahaan umum dan sejak saat itulah kita kenal Perum Bulog.

Perekonomian Jatim "Overheated?" [SOEBAGYO]

Kompas | Senin, 6 Desember 2010 | 08:22 WIB

Perekonomian Jatim "Overheated?"

Oleh SOEBAGYO

Badan Pusat Statistik Jawa Timur merilis data pertumbuhan ekonomi regional Jawa Timur pada triwulan III tahun 2010 setinggi 7,14 persen (year on year). Ini sungguh angka yang amat menakjubkan, apalagi dibandingkan dengan angka pertumbuhan ekonomi nasional pada periode sama yang ”hanya” 5,8 persen.

Saatnya Membangkitkan Industri dan Pertanian [MOHAMMAD ERI IRAWAN]

Kompas | Jumat, 24 Desember 2010 | 09:11 WIB
Perekonomian Jatim 2010 dan Tantangan 2011
Saatnya Membangkitkan Industri dan Pertanian
Oleh MOHAMMAD ERI IRAWAN

Harus diakui, kinerja perekonomian Jatim pada tahun ini cukup menggembirakan. Meskipun demikian, ada sekian problem mendasar yang masih harus diselesaikan.
Selama Januari-September 2010, pertumbuhan ekonomi Jatim mencapai 6,5 persen,pencapaian emas di tengah kinerja ekonomi global dan nasional yang tak sepenuhnya prima. Nilai ekspor Jatim mencapai 9,047 miliar dollar AS, tumbuh 43,54 persen dibanding tahun sebelumnya. Penjualan mobil tumbuh nyaris 80 persen dan penjualan motor tumbuh hampir 25 persen.

Me­ngen­da­li­kan In­fla­si Be­ras [SUTARNO]

Solo Pos | Rabu, 15 Desember 2010
Me­ngen­da­li­kan In­fla­si Be­ras  
Oleh Su­tar­no 
 
Tar­get in­fla­si 2010 di­pas­ti­kan ti­dak ter­ca­pai. Da­lam Ang­gar­an Pen­da­pat­an dan Be­lan­ja Ne­ga­ra Per­ubah­an (APBN-P) 2010, in­fla­si di­pa­tok 5,3 per­sen.

Ber­da­sar­kan da­ta Ba­dan Pu­sat Sta­tis­tik (BPS), in­fla­si ta­hun ka­len­der se­la­ma Ja­nua­ri hing­ga No­vem­ber su­dah men­ca­pai 5,98 per­sen. Ar­ti­nya ang­ka in­fla­si te­lah me­lam­paui tar­get yang di­te­tap­kan pe­me­rin­tah.

Liberalisasi Gula [ADIG SUWANDI]

Kompas | 20 Desember 2010 | 10:07 WIB
Liberalisasi Gula 
Oleh Adig Suwandi

Rencana otoritas perdagangan untuk meliberalisasikan pemasaran gula rafinasi dari yang seharusnya digunakan secara terbatas untuk bahan baku industri makanan/minuman dapat diperdagangkan secara eceran dengan memperlakukannya sebagai gula konsumsi, khususnya saat stok menipis, menuai protes dari berbagai penjuru. Komunitas pergulaan yang dipresentasikan pabrikan berbasis tebu dan petani berada di garda terdepan di balik gelombang penolakan.

Kecemasan Menghadapi Kekacauan Agroklimat [ADIG SUWANDI]

Kecemasan Menghadapi Kekacauan Agroklimat
Oleh Adig Suwandi

Cuaca ekstrem dan kekacauan agroklimat sepanjang 2010 membuat babak belur sejumlah sasaran strategik dalam perencanaan pertanian, berupa peningkatan produksi yang berkelanjutan dan berkemampuan menopang kesejahteraan para petani mengelola usahannya, baik pada tataran global, nasional, maupun lokal.

Jatim Darurat Pangan [BAMBANG SATRIYA]

Surya | Jumat, 10 Desember 2010 | 07:09 WIB 

Jatim Darurat Pangan 

Oleh Bambang Satriya

Benarkah Jawa Timur tahun 2011 akan surplus pangan dan tetap diandalkan sebagai provinsi yang mampu memberi kontributor bagi 20 lebih provinsi di luar Jawa yang selama ini langganan krisis pangan?

Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga Jatim [MASUN]

Kompas | Rabu, 26 Agustus 2009 | 11:06 WIB
Download PDF klik disini
Mewujudkan Ketahanan Pangan Keluarga Jatim
Oleh Masun

Jawa Timur merupakan salah satu gudang beras nasional. Tidak berlebihan jika separuh dari 2 juta ton target Program Peningkatan Beras Nasional dicukupi dari provinsi paling timur di Pulau Jawa ini. Jatim mampu memasok lebih dari 17 persen beras nasional dan menyuplai kebutuhan beras di 11 provinsi lain melalui move nasional Bulog (BPS, 2003). Kendati luas lahan sawah di Jatim terus menyusut akibat alih fungsi, produksi beras cenderung meningkat karena penggunaan teknologi on farm dan off farm yang mampu meningkatkan produktivitas lahan.

Sinema Kemiskinan Petani Jatim [MASUN]

Kompas | Jumat, 21 Mei 2010 | 17:57 WIB
Download PDF klik disini
Sinema Kemiskinan Petani Jatim
Oleh MASUN

Prestasi Jawa Timur (Jatim) dalam pengatasan kemiskinan selama tahun 2009 cukup menggembirakan. BPS (2009) melaporkan telah terjadi penurunan jumlah penduduk miskin di Jatim dari 18,51 persen pada 2008 menjadi 16,68 persen pada 2009. Penurunan dalam jumlah besar terjadi di pedesaan. Kendati demikian hingga saat ini mayoritas penduduk miskin di Jatim, yaitu 64,32 persen, berada di pedesaan.